Environmental Friendly – Travelling – Unlimited Life

Nama Ddeokbokki pasti udah ga asing banget di telinga penggemar K-pop, K-Drama, dan K-Show.

Yup, Ddeokbokki adalah salah satu jajanan khas Korea yang terdiri dari kue beras dicampur sama sambel merah.

Gue kenal makanan ini gara-gara nonton variety show Korea yang sering banget nunjukkin kalo ddeokbokki itu makanan favorit orang Korea. Gue selalu ngiler tiap kali seleb lagi makan kue pedas itu. Puncak-puncaknya gue demen banget sama ddeokbokki itu pas nonton Running Man episode 34 yang lokasinya di Hongdae Street. Di Running Man, Yoo Jae Seok ama Ji Suk Jin masuk ke  resto ddekbokki di Hongdae untuk cari guest, tapi karena rulesnya kalo Read the rest of this entry »

Dulu, waktu jaman SD, Melaka sering banget disebut-sebut di buku-buku IPS Sejarah, dulu gue kenal Melaka sebagai kerajaan yang powerful di semenanjung Malaysia, dulu gue kira Melaka itu di Indonesia, eh ternyata di Malaysia. hehe.

Dulu, Melaka itu tempat buat dagang bagi pedagang-pedagang China, India, Melayu, Jawa, dan etnis lainnya. Melaka menjadi daerah bersejarah yang penting dalam berdirinya negara Malaysia. Sekarang, Melaka sudah ditetapkan jadi salah satu state dari 13 state oleh pemerintah Malaysia.

Bulan September lalu, pas keluarga gue merencanakan trip ke negeri tetangga itu, babeh gue pengen ke kawasan yang ada unsur Melayu-melayu-nya. Terus gue searching google, eh ketemulah Melaka! Dan gue sendiri jadi keinget lagi dengan melaka dan buku IPS yang gue baca belasan tahun lalu. Wah,tiba-tiba gue jadi pengen kesana. Gue liat foto-fotonya di google, ternyata Melaka itu bagus banget! *semoga bukan tipuan kamera kayak foto-foto kamar hotel, ;p*

Babeh gue setuju buat ke Melaka, akhirnya gue masukanlah Melaka dalam list perjalanan. :_

Rute Trip 1-8 September 2011 :

Batam – Bintan – Johor Bahru – Kuala Lumpur – Melaka – Singapura – Batam.

From KL To Melaka!

Buat yang penasaran seperti apa sih Melaka itu? Yup, simak cerita saya di bawah ini! :D Read the rest of this entry »

Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

sepotong lirik ‘Yogyakarta’ – KLA Project.

Setiap kali denger lagu ini, rasa rindu untuk datang ke Jogjakarta pasti muncul. Sama halnya dengan Bali, Jogja (gue enaknya bilang jogja ketimbang yogya, hehe) mempunyai magnet khusus yang bisa bikin pengunjung buat pengen balik lagi kesana. :)

Mengapa bisa demikian? kalo dalam istilah Arsitektur Lanskap sih Jogja dan Bali adalah dua kota di Indonesia yang punya unsur karakter budaya dan sejarah yang kuat sekali. Filosofi hidup mereka yang masih kental dengan tradisi nenek moyang, sistem sosial ekonomi mereka juga kental dengan budaya njowo-nya dan bangunan-bangunan sejarahnya masih masih dilestarikan sampai sekarang.

Engga salah lagi kalo Jogja dan Bali itu masuk dalam list Places To See Before You Die dalam buku 1000 Places To See Before You Die karangan Patricia Schultz. :)

Agak disayangkan melihat Indonesia yang punya segudang kota-kota bersejarah, tapi yang masih kental dan dikenal banyak orang hanya dua kota ini aja.

Well, speaking of Jogja.. Read the rest of this entry »

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya pada tips hemat ke Singapura (baca disini) dan mengenal MRT (baca disini) , dimana saya menyarankan kalau jalan-jalan ke Singapura lebih baik menggunakan MRT dan berjalan kaki.

Namun, masih banyak yang bertanya, jika ingin jalan-jalan 1 hari saja atau 3 hari atau satu minggu, apakah lebih baik pakai standard tiket saja atau beli Singapore Tourist Pass (STP) ? Read the rest of this entry »

Welcome Year of 2012!

Biasanya saya selalu menulis ttg flash back hidup saya dan harapan-harapan saya pas tanggal 31 Desember.

Berhubung kemarin saya sangat excited untuk ngabisin tahun baru dengan ngalor ngidul di kota Bogor yang seumur-umur saya belum pernah tahun baruan dengan menikmati kota Bogor,saya ga keburu buat bikin postingan.

Well, meski tahun 2011 sudah lewat, tidak ada kata terlambat untuk mencurahkan segala cerita hidup dengan flash back kembali. Melalui curahan ini, saya berharap saya bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi, :)

Alhamdulilah, tahun 2011 memberikan banyak kejutan, pengalaman, pelajaran berharga untuk saya, saya merasakan roda kehidupan yang terus berputar dalam hidup saya, saya mengalami kesuksesan, dan tak pernah lupa, saya juga banyak mengalami kegagalan dalam hidup saya.

Kesuksesan saya gunakan sebagai tombak untuk bisa naik ke tahap pembelajaran yang lebih tinggi lagi, sedangkan kegagalan saya gunakan sebagai motivasi diri dan bahan renungan agar saya tidak boleh malas dan patah semangat. :)

Tahun 2011, perhatian saya lebih banyak diarahkan ke penelitian dan tugas akhir, penelitian yang banyak memberikan ‘kejutan’ dalam hidup saya.

Listen to my story, I hope you’ll be inspired from it, :)

Achievements inside my thesis

Awal Januari 2011, saya berhasil menyelesaikan seluruh sks mata kuliah (kecuali seminar dan sidang) untuk program sarjana Arsitektur Lanskap, which means saya memulai hidup saya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang harus melaksanakan penelitian untuk mendapat gelar Sarjana Pertanian.

Bulan Januari sampai Juli 2011 saya menjalankan penelitian s1 saya dengan judul.

“Studi Karakteristik Lanskap Habitat Musim Dingin Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhuncus) Berbasis Satellite Tracking di Kalimantan Selatan”

Dari situ, akhirnya kaki saya bisa berlabuh di Pulau Borneo (Kalimantan), pulau yang engga pernah berhenti dibicarakan oleh orang-orang karena kekayaan hayatinya, akhirnya saya bisa melihat sebagian sisi dari eksotisme pulau ini.

Sepulang dari survei di Kalimantan, saya harus memulai penelitian yang sesungguhnya.

Saat saya memulai penelitian, saya berprinsip bahwa  Read the rest of this entry »

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 19.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 7 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Rasa Tidak Aman

*Mungkin tulisan ini agak sedikit emosional*

Gue hanya ingin bilang kalo gue sdih banget tinggal di Indonesia kalo untuk urusan macam gini.

Well, gue sudah travelling ke beberapa negara, dan gue ingin menyimpulkan kalo Indonesia adalah salah satu negara yang engga aman bagi gue. Gue sedih banget, ini tanah kelahiran gue, ini tempat gue dibesarkan, tapi kenapa gue ngerasa Read the rest of this entry »

Engga cuma Batam aja yang kaya dengan makanan seafoodnya, Tanjungpinang juga engga kalah dengan makanan-makanan seafood yang bikin ngiler sepanjang masaaa.. percaya deh sama gue! :D :D

kalo kalian mau jalan-jalan ke Tanjungpinang, wajib banget deh nyobain seafood disana! :D

Mau tau gimana enaknya seafood Tanjungpinang?

Simak catatan wisata kuliner Tanjungpinang berikut! Cekidot!

1. Otak-otak khas Tanjungpinang

Engga cuma orang Sunda aja loh yang punya otak-otak, di Tanjungpinang, ada otak-otak ikan yang bentuknya Read the rest of this entry »

melanjutkan postingan sebelumnya.

Sekitar jam 6 kurang beberapa menit, tim pendakian KOALA udah beresin semua barang-barang, engga lupa dengan sampah-sampahnya. FYI, kalo di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pendaki adalah ngumpulin semua sampah yang dihasilkan selama mendaki. semua sampah harus dimasukin dalam trash bag besar dan diserahkan ke petugas taman nasional pas kita keluar dari gerbang Taman Nasional. Gue setuju banget dengan peraturan ini, tapi sayangnya gue masih banyak nemu sampah-sampah bertebaran dimana-mana, di semak-semak, di sela-sela akar pohon, bahkan di puncak gunung. Okelah kalo sampah organik dibuang disitu, nah masalahnya ini sampah-sampah plastik kayak bungkus biskuit atau ciki-ciki. Banyak banget sampah plastik dibuang seenaknya entah sama siapa, yang pasti sama orang-orang ga bertanggung jawab.

ckckck, kapan ya orang-orang baru bisa mikir kalo semak-semak itu bukan tempat sampah, kayanya perlu balik ke SD lagi nih kayaknya..   Jangan sampe aja, dia dengan bangga-nya mengaku seorang anak pecinta alam yang pernah naik gunung ini-itu, tapi masih aja suka buang sampah sembarangan. Kemana makna cinta alam itu?

Well, bisa jadi pelajaran buat kita semua, termasuk gue. :) Back to our journey.

Climbing-down : Enduring the Foot Thumbs’s Pain

Kita semua langsung bersiap-siap buat turun, dulu gue ngira kalo Read the rest of this entry »

lanjutan postingan Chapter 1

1 Oktober 2011 7.00 AM

Gue denger suara sayup-sayup dari luar tenda, akhirnya gue kebangun.

Bagian tubuh yang bisa gue gerakin cuma mata. Edan, dingin gilaa!!!!

segitu gue udah pake baju 2 lapis, plus jaket winter, plus sarung, plus sleeping bag loh. masih aja menggigil.

Badan gue pegal-pegal, menggigil, plus buluk banget.

Mau gerakin badan engga kuat, my life got stuck in the tent. Sigh.

Si wenes juga kebangun dan nyeletuk “ya ampun gue kedinginan parahh…”

“iya sama,, aduh ga berani keluar..” bales gue.

Gue coba-coba gerak-gerakin badan dikit, terus lanjut ngangkat badan dari ngebaring jadi duduk, habis duduk baru coba buat keluar dari tenda.Ternyata gue cuma tidur 2 jam, dari jam 5 sampe jam 7 pagi.

Wow~

Morning in Pos Air Panas -Gunung Gede (photo by Pras)

gue rasanya kayak di Read the rest of this entry »

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 169 pengikut lainnya.